Ditulis oleh muntaha di/pada Januari 14, 2008
Oleh: A. Muntaha Afandie
Waktu itu, saat Tuhan berinisiatif menciptakan Adam malaikat langsung instrupsi. Malaikat protes … Dengan angkuh Tuhan menjawab, ’Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. ’Berarti Tuhan sudah tahu bahwa kelak cucu Adam yang bernama Nero, seorang kaisar tiran, akan melakukan pembakaran rakyatnya sebagai obor disepanjang jalan menuju istananya. Tuhan juga Tahu kalau kelak akan ada peristiwa holocaust bangsa Yahudi. Jelasnya tangan Tuhan juga ikut berperan dibalik semua peristiwa mengenaskan ini? Oh… buas sekali Tuhan Anda anak muda. Cepat jinakkan Tuhanmu, anak muda. Bahaya punya Tuhan buas. Terus terang saya begidik membayangkannya…,”
Ditulis dalam Sastra | Leave a Comment »
Ditulis oleh muntaha di/pada Januari 14, 2008
A. Muntaha Afandie
Bara neraka sudah tidak terasa lagi di gurun sahara. Berlahan-lahan negeri hijau memasuki musim dingin. Udaranya menusuk sampai ke tulang belulang. Apalagi jika langit meneteskan butir-butir bening. Sebening embun di pagi hari. Seperti malam itu. Seisi kota Tripoli dipastikan enggan turun dari ranjang. Bahkkan sekedar keluar dari empat lapis selimut pun berat rasanya. Jika sudah seperti ini tak ada yang tersisa kecuali sunyi. Sepi.Hening.
Ditulis dalam Sastra | Leave a Comment »
Ditulis oleh muntaha di/pada Januari 5, 2008
Dari seberang nan jauh ku ucapkan terima kasih
Dari gurun sahara ku haturkan salam ta’dzim
Di balik selimut menahan dingin ku panjatkan doa
Jaza kumullah ahsanal jaza Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Sastra | Leave a Comment »