www.jokotingkir.co.nr

Dan seorang manusia tiada memperoleh sesuatu kecuali yang ia lakukan. (QS 53:39)

Arsip untuk Juni, 2008

Melangitkan Jilbab (pasca-Ramadhan)

Ditulis oleh muntaha di/pada Juni 29, 2008

Oleh Nasrulloh Afandi


SETIAP BULAN RAMADAN
, sekilas sungguh mempesona pamor kibaran ”kain”  jilbab yang dipancarkan oleh berbagai kalangan wanita. Dengan mode sedemikian rupa bagusnya.
Hebohnya! Mereka yang terbiasa bangga menggerakkan dan memamerkan aurat badannya di berbagai media masa cetak dan elektronik pun di bulan Ramadan ini mendadak “cuti” dari profesinya. “Demi untuk memamerkan kain jilbabnya”.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Kolom | Leave a Comment »

Kritik Praktik Tarekat dan Tasawuf (habis)

Ditulis oleh muntaha di/pada Juni 23, 2008

Persambungan Tasawuf Indonesia dengan Tasawuf Maroko
Sabtu, 24 November 2007 10:03

Rabat, NU Online
Selain kritik, hal menarik lain yang menjadi kajian Ahmad Najib Afandi dalam karya ilmiahnya adalah ia berhasil menyodorkan bukti persambungan antara Islam dan tasawuf di Indonesia dengan tasawuf di Maroko (Al-Gharb Al-Islami). Hal itu, selama ini, sering dilupakan, baik melalui hubungan guru dan murid dan hubungan budaya, juga lainnya.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Kolom | Leave a Comment »

Peta kemajemukan Santri

Ditulis oleh muntaha di/pada Juni 23, 2008

Oleh Nasrulloh Afandi*

Santri, secara total pada hakikatnya hanya orsinilitas spesipik budaya bangsa kita, sebagai honoris causa dari masyarakat kepada individual dengan kriteria tertentu, sebagaimana sang kiai, berdasarkan aspirasi masyarakat. Keberadaannya terus eksis di tengah-tengah aneka ragam suku, kasta dan pergeseran budaya bangsa kita.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Kolom | Leave a Comment »

Demokrasi Etnis Nyai

Ditulis oleh muntaha di/pada Juni 23, 2008

Oleh Nasrulloh Afandi*

Dalam pranata ilmiah, selama ini sangat tragis dan tidak toleransi, terjadinya diskredit terhadap komunitas ibu nyai, dengan fenomena mayoritas ibu nyai hanya dijadikan formalitas sebagai boneka pelengka kharisma kehidupan religius dari komunitas laki-laki yang menyandang gelar kiai, baik kiai asli maupun kiai imitasi(?) di dalam dan di luar institusi pesantren.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Kolom | Leave a Comment »

Pesantren Dulu, Sekarang, dan nanti

Ditulis oleh muntaha di/pada Juni 15, 2008

Potret Kemunduran Mutu Pesantren)
Oleh: Ahmad Najib Afandi*

Ada hal penting yang perlu dikaji secara serius dari acara Silaturahmi Alim Ulama di Pondok Pesantren Edi Mancoro, Semarang, 11 Pebruari 2007 lalu. Yang terdengar dalam lesehan para ulama itu hanya sebatas saling tuding dan menyalahkan antara satu dengan yang lainnya. Menteri Agama Maftuh Basyuni, Gus Mus dan Habib Lutfi, juga yang lainnya hanya saling menjual gengsi masing-masing. Tidak ada yang memberi jawaban apa yang menjadi penyebab tidak maju dan bermutunya banyak pesantren akhir-akhir ini? Berikut adalah wacana yang dapat kami potret dari perjalanan pendidikan kami.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Kolom | Leave a Comment »

KRITIK PRAKTIK TAREKAT & TASAWUF (3)

Ditulis oleh muntaha di/pada Juni 15, 2008

Tasawuf Indonesia Tak Lagi Beri Pencerahan Intelektual Kaumnya

Rabat, NU Online
Setelah membeberkan kritik secara umum, Ahmad Najib Afandi beralih menyasarkan kritiknya pada kenyataan dunia tarekat dan tasawuf di Indonesia. Ia memberikan bukti kemunduran tasawuf di negeri ini yang menurutnya harus segera diperhatikan, yaitu kemunduran intelektual kaum tarekat yang memiliki doktrin bahwa tazkiyatun nafs (pembersihan jiwa) bisa membuka cakrawala ilmiah secara otodikak.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Kolom | Leave a Comment »

KRITIK PRAKTIK TAREKAT & TASAWUF (2)

Ditulis oleh muntaha di/pada Juni 15, 2008

“Jangan Cuma Berzikir Tanpa Mengerti Maknanya”

Rabat, NU Online
Kritiknya terhadap praktik tarekat dan tasawuf yang kini dinilai telah menjadi lahan pencarian materi dan popularitas cukup menohok. Tetapi, Ahmad Najib Afandi, doktor keempat dari Asia Tenggara yang belajar di negeri Maghribi itu tidak berhenti sampai di situ saja.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Kolom | Leave a Comment »

KRITIK PRAKTIK TAREKAT & TASAWUF (1)

Ditulis oleh muntaha di/pada Juni 15, 2008

Kini, Menjelma Menjadi Ladang Penggalian Materi dan Popularitas

Rabat, NU Online
Ahmad Najib Afandi, kader muda Nahdlatul Ulama (NU), peraih gelar doktor pertama bidang tasawuf di Maroko. Mantan Sekretaris Keluarga Mahasiswa NU di Bagdad, Irak, tahun 1998 itu, menulis desertasinya berjudul “Al-Harakah Assufiyah bi Indonesia wa Atsaruha Fi Al-Falsafat Al-Ahlak”.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Kolom | Leave a Comment »

Kenapa Saya Bertawassul?

Ditulis oleh muntaha di/pada Juni 15, 2008

Oleh: A. Muntaha Afandie*
Tawassul tidak akan bisa lepas dari praktik ibadah keseharian ummat Islam. Tentang disyariatkannya tawassul Al Alawi berpendapat bahwa tidak ada seorang muslim pun yang mengingkarinya. Sebab, lanjutnya, orang yang berpuasa, bersedekah, membaca Alquran, dan shalat sesungguhnya dengan amal shalih yang dia kerjakan tersebut sedang bertawassul (mendakatkan diri) pada Tuhan.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Kolom | Leave a Comment »

Soal Pornografi: Kritik untuk Para ”Gus”

Ditulis oleh muntaha di/pada Juni 15, 2008

Oleh: Nasrulloh Afandi *
Hemat saya, pemikiran semacam itu sangat tidak efektif, bahkan masih menyisahkan berbagai pertanyaan esensial dan nampak kurang memahami realitas gejolak di lapangan. Tulisan ini adalah kritik terhadap statemen para Gus– Gus Mus dan Gus Dur.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Kolom | Leave a Comment »