www.jokotingkir.co.nr

Dan seorang manusia tiada memperoleh sesuatu kecuali yang ia lakukan. (QS 53:39)

Arsip untuk Juli, 2008

Terpesona Leptis Magna

Ditulis oleh muntaha di/pada Juli 31, 2008

Libya— Pagi itu puluhan mahasiswa Indonesia yang sedang studi di Kulliyah Ad Dakwah Al Islamiyyah Al Alamiyyah, Tripoli, Libya rihlah (tamasyah, red) ke reruntuhan Leptis Magna, istana Romawi di Lubdah, Libya. Mereka takjub saat melihat puing-puing kota yang dibangun pada awal abad ke sepuluh sebelum masehi. Meski tinggal puing-puing saja, tapi masih menyisahkan keindahan dan kekokohan bangunan yang terbuat dari batu itu. Apalagi setelah mereka melihat replikanya yang tersimpan di dalam museum.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Berita | Leave a Comment »

I’rab Agama

Ditulis oleh muntaha di/pada Juli 31, 2008

Oleh: A. Muntaha Afandie

Dari ”agama tiri,” Islam menjadi agama yang disegani. Ia pernah mengontrol ”lalu-lintas” budaya dunia. Batas-batas bangsa menjadi bias. Yang ada, saat itu, hanya satu: Islam. Seiring modernisasi bahasa, peristiwa itu bisa saya sebut dengan globalisasi. Maksudnya, tidak ada sekat antar Eropa (Andalusia), Afrika (Mesir dan sekitarnya), dan Arab. Semua berada dalam satu panji: Islam.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Kolom | Leave a Comment »

Bidah, Sesat, Surga, dan Neraka

Ditulis oleh muntaha di/pada Juli 31, 2008

Oleh A. Muntaha Afandie

”Barang siapa melakukan hal baru dalam agama kami yang tidak merupakan bagian dari agama itu, maka pekara tersebut tertolak,” sabda nabi Saw. Perkataan nabi yang lainnya adalah, ”Setiap bidah sesat dan setiap yang sesat masuk neraka.” Berdasarkan dua sabda di atas sebagian orang (baca: kelompok) secara gebyah uyah mengklaim bahwa apapun yang tidak pernah dilakukan nabi pasti bidah. Benarkah setiap hal yang tidak ada pada zaman nabi adalah sesat, implikasinya nanti masuk ke dalam neraka?

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Resonansi | Leave a Comment »

Pembenaran

Ditulis oleh muntaha di/pada Juli 3, 2008

A. Muntaha Afandi

Perbedaan hal biasa dalam Islam. Dan agama ini menghargainya, seperti kata kalimat hikmah, ”Ikhtilaf al a’immah rahmatun lil ummah, perbedaan para imam menjadi rahmat bagi ummat.” Sebaliknya, Islam tidak mengajarkan untuk merasa benar sendiri (truth claim). Ironisnya, banyak kalangan (baca: kelompok) yang merasa bahwa tiket masuk surga hanya akan diberikan pada mereka, yang lain haram. Lebih ironis lagi, dalam upaya pembenaran terhadap doktrin yang mereka anut, kelompok ini tanpa malu memelintir suatu dalil (hadits dan Alquran).

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Resonansi | Leave a Comment »