Ditulis oleh muntaha di/pada September 28, 2008
Oleh Dr. K.H. Ahmad Najib Afandi, MA*)
Mukadimah
Sejarah mencatat betapa suramnya dunia selama beberapa abad lamanya dan manusiapun terbelenggu dalam kebodohan, ketertinggalan dan kenistaan hidup, hancur tak bernilai, itulah era jahiliyah. Manusianya cerdas, memiliki kemampuan berkreasi, semangat dan etos kerja yang tinggi sehingga mampu membangun peradabannya yang khas, kultur jahiliyah. Namun demikian tetap saja kekerasan, pertikaian, pembunuhan dan perzinahan juga lainnya menjadi citra kehidupan mereka yang tercatat tinta emas sejarah.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kolom | Leave a Comment »
Ditulis oleh muntaha di/pada September 27, 2008
Maka, tanpa merasa berdosa adegan yang dilihat semalam dalam layar kaca, siangnya dipraktikkan generasi muda kita, di sekolahan atau kampus dan pinggir jalan. Dari sini perlu adanya proteksi terhadap film yang tidak mendidik dan penonton harus menyikapi setiap adegan film dengan akal sehat, misalnya Kawin Kontrak yang berusaha membohongi remaja untuk melegalisasi maksiat berkedok syariat.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kolom | Leave a Comment »
Ditulis oleh muntaha di/pada September 10, 2008
Pada hari Jumat, tanggal 17 Agustus, 63 tahun silam Ir. Soekarno membacakan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang diketik oleh Sajoeti Melik di jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini, Jakarta Pusat. Mulai saat itu, Indonesia resmi menjadi negara yang independen. Perjuangan panjang para pahlawan, yang sekaligus perpaduan antara faktor nasional dan internasional, pada akhirnya ternoda oleh ulah segelintir orang.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kolom | Leave a Comment »
Ditulis oleh muntaha di/pada September 10, 2008
Esoterisme Islam dan Politik
Historical accounts kehidupan para sufi terangkai bagaikan legenda. Cerita nan kompleks: kisah penuh khayalan, dan kasat pula dengan nilai-nilai spiritual. Sulit untuk menyangkal bahwa kita tidak mungkin bisa memisahkan, dari kisah kehidupan mereka, bagian mana yang merupakan cerita fiksi dan bagian mana yang menjadi realitas historis.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kolom | Leave a Comment »
Ditulis oleh muntaha di/pada Juli 31, 2008
Oleh: A. Muntaha Afandie
Dari ”agama tiri,” Islam menjadi agama yang disegani. Ia pernah mengontrol ”lalu-lintas” budaya dunia. Batas-batas bangsa menjadi bias. Yang ada, saat itu, hanya satu: Islam. Seiring modernisasi bahasa, peristiwa itu bisa saya sebut dengan globalisasi. Maksudnya, tidak ada sekat antar Eropa (Andalusia), Afrika (Mesir dan sekitarnya), dan Arab. Semua berada dalam satu panji: Islam.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kolom | Leave a Comment »
Ditulis oleh muntaha di/pada Juni 29, 2008
Oleh Nasrulloh Afandi
SETIAP BULAN RAMADAN, sekilas sungguh mempesona pamor kibaran ”kain” jilbab yang dipancarkan oleh berbagai kalangan wanita. Dengan mode sedemikian rupa bagusnya.
Hebohnya! Mereka yang terbiasa bangga menggerakkan dan memamerkan aurat badannya di berbagai media masa cetak dan elektronik pun di bulan Ramadan ini mendadak “cuti” dari profesinya. “Demi untuk memamerkan kain jilbabnya”.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kolom | Leave a Comment »
Ditulis oleh muntaha di/pada Juni 23, 2008
Persambungan Tasawuf Indonesia dengan Tasawuf Maroko
Sabtu, 24 November 2007 10:03
Rabat, NU Online
Selain kritik, hal menarik lain yang menjadi kajian Ahmad Najib Afandi dalam karya ilmiahnya adalah ia berhasil menyodorkan bukti persambungan antara Islam dan tasawuf di Indonesia dengan tasawuf di Maroko (Al-Gharb Al-Islami). Hal itu, selama ini, sering dilupakan, baik melalui hubungan guru dan murid dan hubungan budaya, juga lainnya.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kolom | Leave a Comment »
Ditulis oleh muntaha di/pada Juni 23, 2008
Oleh Nasrulloh Afandi*
Santri, secara total pada hakikatnya hanya orsinilitas spesipik budaya bangsa kita, sebagai honoris causa dari masyarakat kepada individual dengan kriteria tertentu, sebagaimana sang kiai, berdasarkan aspirasi masyarakat. Keberadaannya terus eksis di tengah-tengah aneka ragam suku, kasta dan pergeseran budaya bangsa kita.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kolom | Leave a Comment »
Ditulis oleh muntaha di/pada Juni 23, 2008
Oleh Nasrulloh Afandi*
Dalam pranata ilmiah, selama ini sangat tragis dan tidak toleransi, terjadinya diskredit terhadap komunitas ibu nyai, dengan fenomena mayoritas ibu nyai hanya dijadikan formalitas sebagai boneka pelengka kharisma kehidupan religius dari komunitas laki-laki yang menyandang gelar kiai, baik kiai asli maupun kiai imitasi(?) di dalam dan di luar institusi pesantren.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kolom | Leave a Comment »
Ditulis oleh muntaha di/pada Juni 15, 2008
Potret Kemunduran Mutu Pesantren)
Oleh: Ahmad Najib Afandi*
Ada hal penting yang perlu dikaji secara serius dari acara Silaturahmi Alim Ulama di Pondok Pesantren Edi Mancoro, Semarang, 11 Pebruari 2007 lalu. Yang terdengar dalam lesehan para ulama itu hanya sebatas saling tuding dan menyalahkan antara satu dengan yang lainnya. Menteri Agama Maftuh Basyuni, Gus Mus dan Habib Lutfi, juga yang lainnya hanya saling menjual gengsi masing-masing. Tidak ada yang memberi jawaban apa yang menjadi penyebab tidak maju dan bermutunya banyak pesantren akhir-akhir ini? Berikut adalah wacana yang dapat kami potret dari perjalanan pendidikan kami.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kolom | Leave a Comment »