www.jokotingkir.co.nr

Dan seorang manusia tiada memperoleh sesuatu kecuali yang ia lakukan. (QS 53:39)

Arsip untuk ‘Sastra’ Kategori

Permataku

Ditulis oleh muntaha di/pada Mei 15, 2008

Baru kali ini mataku basah. Penderitaan sejak kecil sama sekali tidak bisa sekedar membuatku merasakan (ke)sedih(an). Kalimat yang keluar dari relung hati terdalam istriku membuat dadaku bagai tertaduk-aduk. Aku baru menyadari selama ini  telah menyia-nyiakan permata paling berharga dan terbuai sampah dunia di temaramnya kegelapan  malam.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Sastra | Leave a Comment »

LUKA

Ditulis oleh muntaha di/pada Maret 8, 2008

Jantungnya berdetak kencang. Sekujur tubuhnya tarasa panas. Entah panas apa dan dari mana?

 

Seandainya bukan ciptaan Tuhan yang Maha Kuasa, mungkin, pada saat itu, jantungnya terbakar api amarah. Hangus. Rasa kecewa tiada tara. 

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Sastra | Leave a Comment »

Dan Tuhan pun dijinakkan

Ditulis oleh muntaha di/pada Januari 14, 2008

Oleh: A. Muntaha Afandie

Waktu itu, saat Tuhan berinisiatif menciptakan Adam malaikat langsung instrupsi. Malaikat protes   Dengan angkuh Tuhan menjawab, ’Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. ’Berarti Tuhan sudah tahu bahwa kelak cucu Adam yang bernama Nero, seorang kaisar tiran, akan melakukan  pembakaran rakyatnya sebagai obor disepanjang jalan menuju istananya. Tuhan juga Tahu kalau kelak akan ada peristiwa holocaust bangsa Yahudi. Jelasnya tangan Tuhan juga ikut berperan dibalik semua peristiwa mengenaskan ini? Oh… buas sekali Tuhan Anda anak muda. Cepat jinakkan  Tuhanmu, anak muda. Bahaya punya Tuhan buas.  Terus terang saya begidik membayangkannya…,”

Ditulis dalam Sastra | Leave a Comment »

Setetes Embun di Musim Dingin

Ditulis oleh muntaha di/pada Januari 14, 2008

A. Muntaha Afandie

Bara neraka sudah tidak terasa lagi di gurun sahara. Berlahan-lahan negeri hijau memasuki musim dingin. Udaranya menusuk sampai ke tulang belulang. Apalagi jika langit meneteskan butir-butir bening. Sebening embun di pagi hari.  Seperti malam itu. Seisi kota Tripoli dipastikan enggan turun dari ranjang. Bahkkan sekedar keluar dari empat lapis selimut pun  berat rasanya. Jika sudah seperti ini tak ada yang tersisa kecuali  sunyi. Sepi.Hening.

Ditulis dalam Sastra | Leave a Comment »

Terima Kasih

Ditulis oleh muntaha di/pada Januari 5, 2008

Dari seberang nan jauh ku ucapkan terima kasih
Dari gurun sahara ku haturkan salam ta’dzim
Di balik selimut menahan dingin ku panjatkan doa
Jaza kumullah ahsanal jaza Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Sastra | Leave a Comment »