Baru kali ini mataku basah. Penderitaan sejak kecil sama sekali tidak bisa sekedar membuatku merasakan (ke)sedih(an). Kalimat yang keluar dari relung hati terdalam istriku membuat dadaku bagai tertaduk-aduk. Aku baru menyadari selama ini telah menyia-nyiakan permata paling berharga dan terbuai sampah dunia di temaramnya kegelapan malam.
Arsip untuk ‘Sastra’ Kategori
LUKA
Ditulis oleh muntaha di/pada Maret 8, 2008
Jantungnya berdetak kencang. Sekujur tubuhnya tarasa panas. Entah panas apa dan dari mana?
Seandainya bukan ciptaan Tuhan yang Maha Kuasa, mungkin, pada saat itu, jantungnya terbakar api amarah. Hangus. Rasa kecewa tiada tara.
Ditulis dalam Sastra | Leave a Comment »
Dan Tuhan pun dijinakkan
Ditulis oleh muntaha di/pada Januari 14, 2008
Oleh: A. Muntaha Afandie
Ditulis dalam Sastra | Leave a Comment »
Setetes Embun di Musim Dingin
Ditulis oleh muntaha di/pada Januari 14, 2008
A. Muntaha Afandie
Ditulis dalam Sastra | Leave a Comment »
Terima Kasih
Ditulis oleh muntaha di/pada Januari 5, 2008
Dari seberang nan jauh ku ucapkan terima kasih
Dari gurun sahara ku haturkan salam ta’dzim
Di balik selimut menahan dingin ku panjatkan doa
Jaza kumullah ahsanal jaza Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Sastra | Leave a Comment »













